Iklans.com - Awalnya aku dan Roso ngobrol ke sana-kemari. Obrolan makin seru ketika topiknya masalah sex. Roso seumuran dengan ku sekitar 35 an. Akhirnya kuketahui bahwa dia berasal dari Blora Jawa Tengah. Aku lalu minta konfirmasi mengenai daerah Jepon, dekat Blora yang terkenal sebagai gudangnya “ledek” penari Tayub. Aku pernah baca tulisan di majalah yang mengungkapkan kehidupan para ledek di Jepon.
Dengan semangat Roso bercerita mengenai pengelanaannya ke Jepon. Dia membenarkan bahwa memang Jepon adalah gudangnya penari Tayub. “ Wah kapan ya kita bisa bareng ke sana,” aku setengah bertanya ke Roso.
“Wah kapan saja, kita bisa jalan bareng dan ambil cuti. Yang penting jangan musim hujan,” ujar Roso.
Kami lalu menyepakati waktunya. Namun dia mengajukan syarat minta dibayari ongkos pulang pergi dari Jakarta ke Blora. Syarat itu tidak terasa memberatkan bagiku, karena banyak penerbangan murah dari Jakarta – Solo.
Pada hari yang ditentukan pagi-pagi sekali kami sudah bertemu di Bandara Soekarno Hatta. Penerbangan ke Solo tidak terlalu lama, karena sekitar jam 8 pagi pesawat sudah mendarat di Solo.
Dari Bandara kami memesan taxi menuju terminal bus. Kami memang merencanakan jalan-jalan hemat, sehingga bus adalah pilihan untuk mencapai Blora.
Sebelum memilih bus, kami sempat mengisi perut dengan soto di terminal. Wajah Roso berseri-seri. Dia kelihatan senang sekali dalam perjalanan pulang kampung kali ini. Berbagai promosi di ceritakan. Aku selalu menjawab “ tidak percaya, karena belum ada bukti” Jawaban itu memang bikin kesal Roso, tetapi semangatnya bercerita tidak kendur.
Setelah terkantuk-kantuk di bus dalam perjalanan ke Blora, akhirnya kami sampai juga. Roso memberi tahu kondektur dimana kami akan turun.
Setelah turun dari bus, Roso mengontak temannya yang di Jepon. Temannya itu menawarkan menjemput dengan sepeda motor. Tapi aku memilih naik angkutan saja, karena jarak ke Jepon lumayan jauh sekitar 14 km ke arah Cepu.
Artikel Terkait
Tidak sampai setengah jam kami sudah turun dari angkutan di sambut oleh beberapa ojek. Roso celingak-celinguk sebentar lalu membalas lambaian tangan temannya yang berdiri di depan warung. Kami lalu mendatangi warung. Perut belum terasa terlalu lapar, tetapi saatnya makan siang memang sudah hampir. Apalagi di warung itu aku melihat sop balungan dengan daun kedondong. Makanan ini sudah lama ku idam-idamkan karena aku pernah merasakannya ketika di Bojonegoro beberapa waktu lalu. Tawaran teman Roso aku ikuti. Jadilah kami menyeruput sop iga dengan rasa agak asam dan pedas. Lanjut baca!

0 Response to "Viral Wisata Sex di Blora di Cari Netizen"
Posting Komentar